Jakarta, aksarabaru.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore, ditutup melemah 143,43 poin atau 2,03 persen ke posisi 6.956,80. Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen global risk off dan tekanan domestik.
“Pelemahan IHSG hari ini dipicu kombinasi sentimen global risk off dan tekanan domestik,” ujar pengamat pasar modal Reydi Octa saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis. Ia menyebut penguatan dolar AS dan ketidakpastian suku bunga mendorong capital outflow.
Reydi mengungkapkan isu free float, HSC, dan rebalancing indeks memperdalam koreksi. Data menunjukkan indeks LQ45 turun 14,80 poin atau 2,16 persen ke posisi 669,34, mengonfirmasi tekanan pada saham unggulan.
Sikap investor asing kini cenderung defensif dengan aksi jual bersih (net sell). “Mereka lebih selektif, fokus ke pasar yang likuid dan stabil, sementara eksposur ke Indonesia sementara dikurangi,” ujar Reydi.
