Jakarta, aksarabaru.com — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 23 poin atau 0,13 persen menjadi Rp17.349 per dolar AS pada Kamis pagi dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.326.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai pelemahan tersebut seiring investor melakukan positioning menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). “Sentimen kehati-hatian juga tecermin dari tren kenaikan imbal hasil US Treasury dan Surat Berharga Negara (SBN),” katanya.
Pada pertemuan April 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,50-3,75 persen. Keputusan tersebut diwarnai empat suara dissenting, ketika Stephen Miran mendukung pemangkasan suku bunga 25 basis points.
Tiga anggota lainnya menolak pencantuman sinyal pelonggaran dalam pernyataan resmi. Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan global yang masih menjadi risiko utama pasar valas domestik.
