Gen-Z Berburu Dividen: Pekan Ini 27 Emiten Bagi-bagi Cuan Pas Pasar Lagi Loyo

JAKARTA, Aksarabaru.com — Minggu ini bakal jadi pekan yang lumayan produktif buat dompet para investor. Soalnya, ada sekitar 27 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang serentak mencairkan dividen tunai hasil keuntungan tahun buku 2025 mereka, tepatnya sepanjang periode 8 sampai 12 Juni 2026. Distribusi cash ini datang dari berbagai sektor, mulai dari perusahaan infrastruktur, tambang, sampai konsumer yang siap transfer langsung ke Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing secara bertahap sampai hari Jumat nanti.

Jadwal transferannya sendiri lumayan padat. Kemarin hari Senin (8/6) sudah dimulai oleh MCOL dan NTBK, lalu lanjut hari Selasa (9/6) ada ARCI, CDIA, dan UNIC. Hari Rabu (10/6) giliran KUAS, BAYU, RATU, MARK, dan IRSX yang bagi-bagi cuan. Nah, puncaknya itu ada di hari Kamis (11/6) karena ada sembilan emiten sekaligus yang cair, termasuk SMGR dan GEMS. Rangkaian minggu ini bakal ditutup hari Jumat (12/6) besoknya lewat delapan perusahaan, salah satunya RALS, WTON (WIKA Beton), SRTG, hingga CPIN.

Buat anak muda yang baru belajar investasi, tebaran dividen ini sering banget dianggap sebagai penyelamat portofolio pas market lagi fluktuatif. Tapi kalau mau realistis, dividen tunai sebenarnya nggak bisa langsung menutup kerugian kalau harga sahamnya lagi turun drastis (capital loss). Kasarnya gini, kalau kamu punya saham senilai Rp10 juta terus harganya drop 10 persen, nilai asetmu otomatis menyusut tinggal Rp9 juta—alias rugi Rp1 juta di atas kertas. Kalau tiba-tiba dapat dividen Rp300 ribu, uang itu cuma bisa memangkas rugi bersihmu jadi Rp700 ribu, tapi belum bisa bikin modal awalmu balik utuh seketika.

Terus apa dong serunya? Kunci utamanya ada di strategi reinvestasi alias beli lagi. Uang dividen Rp300 ribu tadi jangan langsung dipakai buat jajan, tapi diputar kembali buat belanja saham yang sama pas harganya lagi diskon akibat pasar turun. Cara ini bikin jumlah lembar saham yang kamu punya makin banyak dengan modal yang lebih hemat. Jadi, begitu siklus pasar berbalik arah dan mulai naik lagi, portofoliomu bakal tumbuh jauh lebih cepat dan hasilnya jauh lebih maksimal buat jangka panjang.