Jakarta, aksarabaru.com — Kerusakan sistem rem ABS pada sepeda motor kerap menunjukkan tanda awal sebelum komponen krusial seperti modul mengalami kerusakan parah hingga terbakar. Pemilik bengkel Garasi Aicky Motor di Cibinong, Dicky Nurjaman, menegaskan indikator di panel instrumen menjadi sinyal paling awal yang harus diperhatikan.
“Pengendara tidak boleh mengabaikan lampu indikator ABS yang menyala karena itu pertanda sistem tidak berfungsi optimal,” ujar Dicky, Kamis (16/5). Dia menyebut gejala lain berupa bunyi berisik saat pengereman atau rem terasa kurang responsif.
Pengamat teknik otomotif menyebut kelalaian memeriksa indikator dapat memicu kerusakan modul ABS yang biaya perbaikannya mencapai jutaan rupiah. Data asosiasi industri menunjukkan kasus kegagalan rem ABS meningkat seiring usia pemakaian kendaraan di atas lima tahun.
Bengkel resmi menyarankan pemilik motor segera memeriksakan kendaraan jika indikator menyala untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Tindakan preventif ini menghindari potensi kecelakaan akibat sistem pengereman yang tidak maksimal.
Data BPS mencatat angka kecelakaan lalu lintas di perkotaan masih tinggi, dengan faktor human error dan kondisi teknis kendaraan sebagai penyebab utama. Proyeksi ke depan, tanpa perawatan rutin, risiko kegagalan rem ABS diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi sepeda motor tua.
