Jakarta, Aksarabaru.com — Meski tak ada gerakan resmi bertajuk “#NoGojekWeek”, dinamika hubungan Gojek dengan mitra pengemudi dan komunitas media sosial terus menjadi sorotan. Berbagai studi komunikasi dan analisis media sosial menunjukkan fluktuasi sentimen mitra saat terjadi perubahan tarif atau insentif.
Di sisi lain, Gojek juga rutin menggelar kampanye digital dan konten kreatif bersama mitra serta influencer, termasuk kolaborasi konten di TikTok dan Instagram untuk membangun narasi positif tentang ekosistem transportasi online.
Pengamat media sosial menilai, platform digital kini menjadi arena utama pembentukan narasi publik, baik oleh korporasi maupun komunitas pengguna. Dampaknya, kualitas komunikasi go‑to‑market dan respons krisis sangat menentukan kepercayaan mitra dan konsumen.
