Jakarta, aksarabaru.com — Pemerintah melalui Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 107 bahasa daerah di seluruh Indonesia pada 2026. Program ini memadukan dokumentasi, pengembangan bahan ajar, dan pelatihan guru untuk memastikan generasi muda tetap menguasai warisan linguistik nenek moyang.
“Digitalisasi menjadi kunci keberhasilan pelestarian bahasa daerah,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam rapat koordinasi di Jakarta. Ia menyebut teknologi kecerdasan buatan kini digunakan untuk mempercepat transkripsi dan penerjemahan bahasa-bahasa yang hanya disampaikan secara lisan.
Data Kemendikdasmen mencatat 718 bahasa daerah tersebar di 17.000-an pulau, namun 11 di antaranya sudah punah dan 43 lainnya dalam kategori terancam. Papua dan Maluku menjadi prioritas karena keragaman linguistik tertinggi di Indonesia.
Kementerian juga menggandeng platform digital lokal untuk membuat aplikasi pembelajaran bahasa daerah yang dapat diakses gratis. Targetnya, setiap siswa di daerah berbahasa daerah dapat belajar dalam dua bahasa secara paralel mulai tahun ajaran 2026.
