Jakarta, aksarabaru.com – Rupiah tembus Rp17.614 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah – dan minat masyarakat buat beli dolar makin tinggi. Tapi apakah masih tepat investasi valas di saat kurs lagi tinggi?
Buat Gen Z yang baru mulai belajar investasi, momen ini bikin dilema. Di satu sisi, dolar lagi mahal. Di sisi lain, rupiah terus melemah dan banyak yang bilang dolar adalah safe haven. Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid bilang investasi dolar masih bisa dipertimbangkan, asalkan nggak all-in.
Tips dari dia: jangan taruh semua dana di dolar. Kombinasikan dengan instrumen lain kayak obligasi atau reksadana pasar uang. Buat pemula, mulai aja dari nominal kecil dulu – nggak perlu langsung beli jutaan. Pelajari juga risiko forex yang fluktuatif, apalagi kalo lo butuh dana dalam waktu dekat.
Intinya, dolar masih relevan buat lindung nilai. Tapi jangan FOMO – tetep sesuaikan sama tujuan keuangan lo. Kalo bingung, konsultasi dulu sama perencana keuangan sebelum ambil keputusan.
