Jakarta, aksarabaru.com — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sudah membeli sebagian saham aplikator ojek online untuk menurunkan potongan komisi pengendara dari 10-20 persen menjadi delapan persen, Jumat (16/5).
“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10 persen ini sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan,” ujar Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen.
Pengamat transportasi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Achmad Ridwan menilai langkah pemerintah mengambil saham aplikator bertujuan menekan biaya operasional mitra pengendara. Menurutnya, penurunan komisi akan meningkatkan pendapatan bersih ojol yang selama ini tergerus oleh tarif platform.
Dasco menyebut sistem dan kebijakan aplikator akan disesuaikan secara perlahan, sementara pembahasan status hubungan kerja mitra masih disimulasikan dengan melibatkan organisasi pengendara ojol. BPI Danantara akan mengumumkan detail teknis penurunan komisi dalam waktu dekat.
