Jakarta, Aksarabaru.com – Pemerintah melalui Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 107 bahasa daerah di seluruh Indonesia pada 2026. Program ini memadukan dokumentasi, pengembangan bahan ajar, serta penerjemahan cerita rakyat ke bahasa Indonesia.
Langkah digitalisasi juga melibatkan Badan Bahasa yang merancang program pengarsipan lewat aplikasi dan konten digital, termasuk e‑book dan video pendek untuk generasi muda. “Bahasa daerah tidak hanya warisan, tapi juga instrumen pendidikan,” ujar pejabat Kementerian.
Sejumlah riset sebelumnya mencatat puluhan bahasa daerah di Indonesia terancam punah, sehingga langkah ini dinilai sebagai upaya penting menjaga keberagaman budaya sekaligus memperkuat identitas nasional.
