Ekspor Pupuk ke Australia Rp7 Triliun, Harga di RI Turun 20%!

Ekspor Pupuk ke Australia Rp7 Triliun, Harga di RI Turun 20%!

Jakarta, aksarabaru.com – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengumumkan ekspor pupuk urea ke Australia tembus Rp7 triliun, sekaligus harga pupuk bersubsidi di dalam negeri turun 20%. Volume pupuk untuk petani juga ditingkatkan. Kabar ini jadi angin segar buat sektor pertanian Indonesia yang selama ini sering dikeluhkan mahalnya harga pupuk.

Buat lo yang punya usaha tani atau keluarga petani — ini kabar yang patut disambut. Soalnya harga pupuk bersubsidi turun dari Rp2.400 jadi sekitar Rp1.900 per kilogram. Lumayan banget buat ngurangin biaya produksi. Apalagi volume yang disediakan juga nambah.

Mentan Amran bilang ekspor ini menunjukkan pupuk Indonesia bersaing di pasar global. Australia yang terkenal dengan standar pertanian super ketat aja percaya sama kualitas pupuk kita. Nilainya Rp7 triliun, salah satu kontrak ekspor pupuk terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Penurunan harga ini berlaku untuk pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK. Pemerintah juga buka opsi nambah alokasi kalo kebutuhan petani meningkat. Langkah ini diharapkan bisa dorong produktivitas pertanian nasional dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Pokoknya bertani sekarang makin murah. Semoga ke depannya harga pupuk bisa turun lagi biar petani makin sejahtera!