Film Pesta Babi Kontroversial, Siapa Minta Dilarang ?

Jakarta, aksarabaru.com – Film dokumenter Pesta Babi mendadak viral setelah sejumlah pihak disebut ingin melarang peredarannya. Film garapan sutradara Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono ini mengangkat soal deforestasi di Papua Selatan untuk perkebunan tebu dan sawit. Judulnya sendiri diambil dari ritual tradisi Muyu bernama Awon Atatbon yang melibatkan babi.

Buat lo yang penasaran kenapa film ini jadi rebutan — isinya tentang dampak alih fungsi hutan di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi untuk agribisnis. Durasi 95 menit ini dikemas lewat sudut pandang masyarakat adat setempat. Banyak yang bilang film ini provokatif, banyak juga yang bela sebagai karya jurnalistik.

Kontroversi makin panas setelah pemutaran di beberapa kampus dibubarkan paksa. Film kritikus dan pegiat HAM mengecam langkah pelarangan karena dianggap membungkam kebebasan berekspresi. Di sisi lain, pendukung pemerintah menilai film ini bisa mengganggu stabilitas. Perdebatan sengit terjadi di medsos.

Warga adat setempat disebut udah mendirikan 1.800 salib sebagai bentuk protes terhadap alih fungsi hutan. Tim produksi sendiri bersikukuh film ini hanya menyuarakan realitas yang mereka temui di lapangan. Jadwal rilis resmi masih belum diumumkan.

Pokoknya Pesta Babi udah sukses bikin heboh jagat perfilman Indonesia. Dari sisi hiburan, film ini jadi salah satu yang paling ditunggu — atau ditakuti — tergantung lo di kubu mana.