Jakarta, aksarabaru.com – Instagram belum kehabisan bensin. Laporan global 2025 nunjukin user aktif bulanan mereka udah tembus sekitar 3 miliar orang, naik kira-kira 1 miliar cuma dalam empat tahun terakhir. Salah satu “biang kerok”-nya jelas: Reels. Format video pendek ini jadi arena perang terbuka sama TikTok dan jadi tempat nongkrong favorit Gen Z, termasuk di Indonesia.
Anak muda pakai Reels buat semua hal: curhat tipis-tipis, konten lucu, edukasi 30 detik, sampai pamer portfolio kerja kreatif. Buat kreator dan brand lokal, peluangnya gede, tapi saingannya juga brutal. Konten template dan terlalu jualan gampang di-skip; yang jujur, relate sama kehidupan sehari-hari, dan nggak takut keliatan “apa adanya” justru lebih gampang tembus FYP. Di tengah timeline yang makin sesak, Gen Z mulai selektif: mereka follow akun yang beneran kasih nilai, entah itu bikin ketawa, nambah wawasan, atau sekadar nemenin hari yang capek. Instagram pelan-pelan berubah dari sekadar galeri foto jadi ruang bangun identitas dan komunitas digital yang serius, tapi tetap santai.
