Jakarta, aksarabaru.com – Fenomena antre berjam-jam demi makanan viral makin marak di Indonesia. Mulai dari cheese tart sampai chicken roll, Gen Z rela ngantre panjang padahal bisa aja beli lain. Kenapa sih fenomena ini terjadi?
Pasti lo pernah ngeliat antrean panjang di depan kafe atau gerai makanan yang lagi hits. Atau bahkan lo sendiri pernah ikutan antre. Ternyata, ada alasan psikologis di balik perilaku ini yang bikin makanan viral makin diminati.
Menurut psikolog, fenomena ini disebut *social proof* atau bukti sosial. Semakin banyak orang yang antre, semakin penasaran kita untuk mencoba. Rasa takut ketinggalan tren alias FOMO juga jadi pemicu utama. Belum lagi, nongkrong sambil antre mie viral sekarang jadi ajang eksistensi di media sosial.
Yang menarik, efek rasa lapar juga berperan. Melihat orang lain makan bikin otak kita ngerespon dengan ngeluarin hormon lapar. Ditambah rasa penasaran yang makin besar, jadilah kita ikutan terjebak antrean panjang itu.
Intinya, makanan viral emang pinter banget mainin psikologi kita. Tapi kadang yang enak belum tentu harus viral, kok. Tempat favorit lo sendiri seringkali lebih juara!
