Jakarta, aksarabaru.com – Pemerintah kembali mengeluarkan peringatan keras terkait menyebarnya informasi palsu atau hoaks di media sosial dan aplikasi chatting pada awal Mei 2026. Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI secara resmi merilis daftar hoaks yang tengah ramai beredar di masyarakat.
Salah satu hoaks yang paling berbahaya adalah akun WhatsApp palsu yang mengatasnamakan pendaftaran PT Pos Indonesia tahun 2026. Akun ini menjanjikan lowongan kerja dengan persyaratan mudah dan iming-iming gaji tinggi. Padahal, PT Pos Indonesia sudah mengklarifikasi bahwa mereka tidak pernah membuka rekrutmen melalui WhatsApp pribadi.
Hoaks lainnya termasuk informasi terkait program bantuan sosial yang mengharuskan calon penerima mengklik tautan mencurigakan. Pemerintah meminta masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi dari sumber resmi sebelum menyebarkan atau mengklik tautan yang tidak jelas asal-usulnya.
Kasus penipuan berbasis hoaks di media sosial terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Para ahli keamanan siber menyarankan agar pengguna media sosial lebih waspada terhadap pesan yang meminta data pribadi, nomor rekening, atau meminta mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi. Literasi digital menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang semakin canggih.
