Jakarta, aksarabaru.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 2,03 persen pada Kamis (16/5) dipicu sentimen risk off global dan tekanan domestik. IHSG merosot 143,43 poin ke level 6.956,80, sementara indeks LQ45 turun 2,16 persen.
“Pelemahan dipicu kombinasi sentimen global risk off dan tekanan domestik. Dolar AS menguat dan ketidakpastian suku bunga mendorong capital outflow,” ujar pengamat pasar modal Reydi Octa saat dihubungi Antara. Isu free float, HSC, dan rebalancing indeks memperdalam koreksi.
Reydi menyebut investor asing kini defensif dengan aksi net sell di pasar saham Indonesia. “Mereka lebih selektif, fokus ke pasar yang likuid dan stabil, sementara eksposur ke Indonesia dikurangi,” katanya.
Tekanan jual asing tercatat di seluruh sektor, terutama saham-saham big cap. Pelaku pasar menanti arah kebijakan moneter global untuk memperkirakan pergerakan indeks pekan depan.
