Jakarta, aksarabaru.com — Gambar surat Pertamina palsu soal kenaikan BBM 10% efektif hari ini banjiri grup WhatsApp pagi tadi. Antrean panjang terjadi di beberapa SPBU Jakarta dan Bandung sebelum Pertamina resmi membantah kabar tersebut.
“Surat beredar itu palsu dan tidak mencerminkan kebijakan resmi Pertamina,” tegas Corporate Secretary Pertamina Heppy Wulansari. Ia memastikan harga BBM nonsubsidi tidak berubah dan masyarakat tidak perlu panik membeli secara berlebihan.
Kemenkominfo turun tangan memblokir akun penyebar hoaks melalui patroli siber. Dua akun yang diduga sengaja memviralkan surat palsu telah dilaporkan ke Bareskrim Polri untuk proses hukum lebih lanjut.
Ahli komunikasi krisis dari UI Bambang Wisudanto menilai kecepatan respons Pertamina membantu menenangkan masyarakat. Menurutnya, perusahaan BUMN harus selalu siap merespons isu sensitif terkait harga bahan bakar dalam waktu kurang dari satu jam.
