Tantangan Akses Modal UMKM 2026: 65 Juta Usaha Terhambat Kredit Bank

Jakarta, aksarabaru.com — Akses modal masih menjadi tantangan utama 65 juta UMKM di Indonesia pada 2026. Data OJK menunjukkan hanya 22 persen pelaku usaha mikro berhasil mengakses kredit formal, sementara sisanya bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi.

“Kurasi digital dan collateral-free lending harus menjadi prioritas,” ujar Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Hanung Harimba. Kemenkop sedang finalisasi skema pembiayaan berbasis riwayat transaksi digital melalui platform e-commerce.

Bank-bank digital baru mulai melirik segmen UMKM dengan produk kredit mikro berbasis data transaksi. Namun, suku bunga yang ditawarkan masih berkisar 18-24 persen per tahun, jauh di atas target BI sebesar 12 persen.

Pengusaha UMKM di sektor kuliner dan fashion mengeluhkan prosedur administrasi yang rumit. Sebanyak 78 persen responden survei Kemenkop menyebut persyaratan dokumen sebagai hambatan utama dalam mengajukan kredit usaha rakyat.