Jakarta, AKSARABaru.com — Jagat media sosial tanah air hari ini, Jumat (20/3), dihebohkan oleh unggahan video mengharukan seorang pemudik yang memanfaatkan fitur holographic-reunion berbasis kecerdasan buatan untuk menghadirkan sosok orang tua yang telah wafat dalam prosesi sungkeman Idulfitri. Video yang viral di berbagai platform utama tersebut telah ditonton lebih dari 15 juta kali dan memicu perdebatan hangat netizen mengenai batas etika penggunaan AI sebagai medium katarsis emosional. Fenomena ini mencerminkan bagaimana masyarakat digital 2026 mulai menempatkan teknologi bukan sekadar alat bantu kerja, melainkan jembatan psikologis untuk mengobati kerinduan di momen sakral hari kemenangan.
Di sisi lain, narasi mengenai Mudik Hijau 2026 juga merajai tren percakapan seiring masifnya gerakan pemudik tanpa sampah plastik di berbagai titik peristirahatan utama Trans Jawa. Foto-foto kondisi fasilitas publik yang tetap bersih tanpa tumpukan plastik sekali pakai menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran lingkungan yang didorong oleh kampanye kolektif para pembuat konten di media sosial. Sinergi antara inovasi teknologi tingkat tinggi dan penguatan kesadaran sosial ini membuktikan bahwa perayaan Lebaran tahun ini menjadi tonggak penting perubahan perilaku masyarakat yang lebih cerdas dan bertanggung jawab. Arus informasi yang dinamis ini sekaligus mempertegas posisi media sosial sebagai instrumen penggerak perubahan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan ekosistem di Indonesia secara
