Jakarta, AksaraBaru.com — Memulai usaha kecil di 2026 tidak lagi hanya soal produk, tetapi juga visibilitas di dunia digital. Pelaku usaha pemula disarankan mulai dari satu pertanyaan sederhana: masalah apa yang ingin diselesaikan untuk pelanggan di sekitar mereka.
Langkah berikutnya adalah merapikan fondasi usaha: memilih bentuk usaha, membuka rekening bisnis, dan memanfaatkan pembiayaan ringan seperti KUR atau fintech yang diawasi otoritas. Di sisi pemasaran, kehadiran di media sosial dan marketplace menjadi keharusan. Foto produk yang rapi, deskripsi jelas, serta respons cepat di chat terbukti menjadi pembeda utama di tengah padatnya persaingan.
Pengamat menilai, UMKM yang paling tahan banting adalah mereka yang rajin membaca data: produk mana yang laku, jam transaksi tersibuk, hingga konten seperti apa yang paling banyak disimpan atau dibagikan. Dengan pendekatan ini, usaha kecil tidak sekadar ikut tren sesaat, tetapi bertumbuh dengan strategi yang terukur.
