Ekonomi RI Tumbuh Beneran atau Sekadar Terdorong?

Ekonomi RI Tumbuh Beneran atau Sekadar Terdorong?

Jakarta, aksarabaru.com – Ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% di kuartal I 2026, tapi banyak yang mulai bertanya: apa pertumbuhan ini beneran berkualitas atau cuma terdorong konsumsi dan belanja pemerintah? Kontan dalam laporan terbarunya menyoroti fenomena yang bikin publik mikir ulang soal arah ekonomi nasional.

Buat lo yang baru lulus kuliah atau lagi cari kerja, ini penting banget. Soalnya data menunjukkan kalau pertumbuhan itu masih didorong konsumsi rumah tangga dan belanja negara—bukan dari sektor produktif kayak investasi atau manufaktur. Artinya, lapangan kerja baru belum tentu ngikut secepat angka pertumbuhan.

Konsumsi rumah tangga berkontribusi 54% terhadap PDB, sementara investasi cuma 29%. Di sisi lain, belanja pemerintah naik 12% dibanding tahun lalu—terutama buat program bansos dan infrastruktur. Tapi sektor swasta masih wait and see, terlihat dari pertumbuhan kredit investasi yang cuma 4,5%. Belum lagi inflasi pangan yang bikin daya beli masyarakat bawah tergerus.

Ekonom dari sejumlah lembaga riset bilang perlu ada akselerasi reformasi struktural biar pertumbuhan bisa lebih inklusif. Kalo cuma ngandelin konsumsi, ekonomi kita ibarat balon—kelihatan gede, tapi gampang kempes. Pendapat lo gimana?