Gaya mix and match batik ala konten kreator Dave Tjoa jadi tren di kalangan profesional muda.
Jakarta, aksarabaru.com – Konten kreator fesyen Dave Tjoa menghadirkan lima inspirasi padu padan busana batik untuk lingkungan kerja modern. Konsep ini diunggah melalui kanal media sosialnya pada 25 April 2026 dan langsung menjadi perbincangan.
“Batik tidak harus kaku. Eksperimen dengan siluet dan aksesori bisa membuat penampilan lebih segar dan percaya diri,” ujar Dave Tjoa dalam keterangan tertulisnya. Ia mencontohkan penggunaan blazer potongan asimetris dengan kemeja batik sebagai lapisan dalam.
Asosiasi Industri Kreatif Indonesia (AKI) mencatat peningkatan minat generasi milenial dan Gen Z terhadap batik modern sebesar 18 persen sepanjang kuartal pertama 2026. Peneliti AKI, Diana Larasati, menyebut gaya yang dipopulerkan kreator seperti Dave berkontribusi pada pergeseran persepsi batik dari busana upacara menjadi busana kerja harian.
Sejumlah merek fesyen lokal mulai merilis koleksi batik dengan potongan ready-to-wear menyusul tren ini. Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) memproyeksikan pasar batik kerja dapat tumbuh 10 persen hingga akhir tahun.
