Abrasi Pantai Kuta Kian Mengkhawatirkan, Pemerintah Kejar Pengisian Pasir dan Breakwater 2026

Denpasar, Aksarabaru.com – Abrasi pantai di Bali, khususnya kawasan Kuta, Badung, kembali menjadi sorotan pada 2026 setelah gelombang tinggi makin sering menggerus garis pantai. Pantauan di lapangan pada awal Maret 2026 menunjukkan pasir di beberapa titik Pantai Kuta hanya menyisakan sejengkal dari jalan setapak, sehingga aktivitas pedagang di bibir pantai sempat lumpuh sementara.

Penelitian sebelumnya menunjukkan garis pantai Bali menyusut rata‑rata 1,21 meter per tahun, dengan pesisir selatan termasuk Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Karangasem menjadi zona erosi berat. Pemerintah pusat dan Pemkab Badung merespons dengan mempercepat proyek pengisian pasir (sand nourishment) dan pembangunan lima breakwater di sepanjang Pantai Kuta, yang ditargetkan rampung pada 2026.

Sektor pariwisata pun diwaspadai, mengingat Kuta adalah salah satu ikon utama Bali. Upaya lanjutan termasuk pemasangan batu penahan ombak (revetment), penanaman mangrove, serta dukungan dana konservasi pantai dari Pemerintah Jepang sekitar Rp1,08 triliun untuk kawasan Kuta, Sanur, dan Candidasa hingga 2028.