Bandung, Aksarabaru.com – Hendrik Irawan, mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendadak viral setelah video jogetnya di dapur SPPG menyebar luas di media sosial 22-25 Maret 2026. Dalam klip itu, ia bergoyang sambil sebut “Alhamdulillah dapat insentif Rp6 juta per hari”, memicu tuduhan eksploitasi dana negara saat rakyat kesulitan ekonomi.
Badan Gizi Nasional (BGN) gerak cepat. Pada 25 Maret, mereka suspend dapur Hendrik di Desa Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, karena langgar etika program sosial Presiden Prabowo. Kepala PPG Regional Bandung, Ramzi, nilai aksi itu “masalah moral personal” tak pantas.
Hendrik buru-buru klarifikasi. Insentif Rp6 juta katanya biaya operasional 24 hari/bulan per juknis BGN, plus investasi Rp3,5 miliar pribadi untuk dapur 1.000 m² yang belum balik modal. “Video dipelintir,” ujarnya, sambil minta maaf dan lapor dua akun pencemaran nama baik ke polisi.
Instagram dan TikTok banjir komentar sinis: “Joget dulu, gizi belakangan?” Kasus ini jadi hiburan kontroversial hari ini, soroti pengelolaan dana MBG. Netizen tunggu tindakan lanjutan BGN
