Jakarta, AKSARABaru.com — Pasar kripto global kembali dihantam gelombang koreksi tajam menyusul rilis hasil pertemuan komite pasar terbuka federal atau FOMC yang bernada hawkish. Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar terpantau merosot hingga menembus level psikologis US$ 60.000 pada perdagangan Selasa (24/3). CEO Indodax menilai bahwa ketidakpastian kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat menjadi variabel utama yang memicu aksi jual masif oleh investor institusi guna mengamankan likuiditas di tengah risiko pengetatan moneter global yang kian nyata.
Penurunan ini mengakibatkan kapitalisasi pasar kripto global menyusut lebih dari 5 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Analis bisnis mencatat bahwa sentimen negatif tersebut berdampak langsung pada volume transaksi di bursa domestik karena pelaku pasar cenderung bersikap wait and see terhadap arah kebijakan makroekonomi AS selanjutnya. Meskipun terjadi volatilitas tinggi, langkah ini dipandang sebagai fase pembersihan pasar yang menuntut adaptasi strategi investasi lebih defensif bagi para pelaku usaha di sektor aset digital nasional agar tetap resilien.
