JAKARTA, AksaraBaru.com — Manajemen PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melaporkan kenaikan signifikan harga emas batangan sebesar 2,5 persen hingga menyentuh angka psikologis baru sebesar Rp1,5 miliar per kilogram pada Kamis, 19 Maret 2026. Tren penguatan ini terpantau di seluruh lini produk emas mulai dari Antam, Galeri 24, hingga UBS sebagai respons langsung atas meningkatnya permintaan emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven. Ketidakpastian arah kebijakan moneter global dan tensi geopolitik yang belum mereda menjadi katalis utama yang mendorong investor mengalihkan aset mereka ke komoditas logam mulia.
Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk menjelaskan bahwa pergerakan harga ini merupakan hasil dari pemantauan ketat terhadap mekanisme pasar emas internasional dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Meskipun harga domestik meroket, tingkat inflasi nasional terpantau masih berada dalam rentang kendali sebesar 5,3 persen, yang menunjukkan resiliensi ekonomi dalam negeri tetap terjaga. Penyesuaian harga ini dipandang perlu untuk menjaga stabilitas margin operasional sekaligus memastikan ketersediaan pasokan emas batangan di pasar ritel tetap mencukupi kebutuhan investasi masyarakat.
Kenaikan ini diprediksi akan mengubah peta persaingan di industri perhiasan serta memberikan keuntungan bagi para investor jangka panjang yang telah melakukan akumulasi aset sebelumnya. Manajemen Antam mengimbau para konsumen untuk terus melakukan diversifikasi investasi secara bijak dan hanya melakukan transaksi melalui kanal resmi guna menghindari risiko penipuan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperbarui analisis pasar secara periodik guna memberikan informasi harga yang transparan dan akurat bagi seluruh pemangku kepentingan di tanah air.
