Jakarta, AksaraBaru.com — Dunia kerja 2026 menuntut pekerja yang mampu menggabungkan kecakapan teknologi dengan kemampuan manusiawi seperti komunikasi dan adaptasi. Berbagai laporan, mulai dari World Economic Forum hingga riset pasar tenaga kerja di Indonesia, menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga kompetensi inti pekerjaan akan berubah dalam lima tahun ke depan.
Setidaknya ada lima kelompok skill yang menonjol. Pertama, literasi AI dan data: memahami cara kerja AI generatif, membaca data, dan mengambil keputusan berbasis informasi, bukan sekadar hafal teori. Kedua, kemampuan analitis dan problem solving, termasuk berpikir kritis di tengah banjir informasi. Ketiga, keamanan digital dasar, karena hampir semua pekerjaan kini terhubung ke sistem daring.
Keempat, keterampilan pemasaran dan eksekusi digital, dari mengelola media sosial hingga memahami perilaku konsumen di platform online. Kelima, soft skill seperti komunikasi, kolaborasi lintas tim, adaptabilitas, dan resiliensi emosional, yang kini dinilai sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Pengamat menekankan, pekerja yang terus belajar dan mampu memadukan skill teknis dengan empati dan kepemimpinan akan memiliki posisi tawar paling kuat di pasar kerja 2026.
