Cara Mengatur Keuangan Pribadi di 2026

Jakarta, AksaraBaru.com — Tahun 2026 dibuka dengan rupiah yang fluktuatif dan ketidakpastian suku bunga global, membuat pengelolaan keuangan pribadi kian penting bagi rumah tangga Indonesia. Para perencana keuangan menyarankan satu prinsip dasar: pisahkan dengan jelas kebutuhan rutin, dana darurat, dan investasi jangka panjang.

Langkah praktis yang direkomendasikan adalah menyusun anggaran bulanan dengan aturan sederhana, misalnya 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi. Dana darurat idealnya disimpan setara 3–6 bulan pengeluaran di instrumen sangat likuid seperti tabungan atau deposito berjangka pendek, sehingga tidak terganggu gejolak pasar.

Untuk pengembangan aset, kombinasi reksadana pasar uang, obligasi, saham, dan emas dapat disesuaikan dengan profil risiko, usia, dan tujuan keuangan. Pengamat mengingatkan agar masyarakat tidak tergesa-gesa masuk ke aset berisiko tinggi hanya karena tren media sosial, dan selalu memeriksa legalitas lembaga keuangan sebelum menempatkan dana.