Jakarta, AksaraBaru.com — AI generatif kini bukan lagi istilah teknis di ruang konferensi teknologi, melainkan alat kerja sehari-hari bagi karyawan dan pelaku usaha kecil. Survei global menunjukkan mayoritas pekerja kantor telah mencoba menggunakan chatbot AI untuk menulis, merangkum, atau menyusun presentasi, dan tren ini terasa kuat di Indonesia sepanjang 2025–2026.
Gemini, sebagai salah satu platform AI generatif terpopuler, banyak dimanfaatkan untuk merapikan email, membuat draf laporan, hingga membantu riset cepat sebelum rapat penting. Bagi UMKM, AI dipakai untuk menyusun caption media sosial, ide kampanye promosi, sampai menjawab pertanyaan pelanggan secara otomatis di luar jam kerja.
Pengamat menekankan dua hal penting: pertama, AI sebaiknya diposisikan sebagai “asisten pintar” yang mempercepat pekerjaan, bukan pengganti sepenuhnya; kedua, pekerja dan pengusaha tetap perlu memeriksa fakta, menjaga etika data, dan memastikan hasil akhir sesuai konteks lokal Indonesia. Dengan cara itu, pemanfaatan AI generatif di 2026 bisa menjadi keunggulan kompetitif, bukan sumber masalah baru.
