Jakarta, AksaraBaru.com – Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia 2026 tetap kuat meski tekanan ketegangan geopolitik global meningkat, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, kinerja ekonomi dan stabilitas harga menjadi dasar keyakinan tersebut.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan, tertinggi sejak pandemi, sehingga pertumbuhan sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen. Inflasi 2025 tercatat 2,92 persen year-on-year, masih berada dalam sasaran 2,5 ± 1 persen yang ditetapkan otoritas moneter.
Menurut Airlangga, fundamental ekonomi Indonesia 2026 akan ditopang permintaan domestik yang kuat, stabilitas sektor eksternal, dan koordinasi kebijakan fiskal serta moneter. Pemerintah berkomitmen melanjutkan reformasi struktural dan mendorong investasi di sektor strategis, seperti infrastruktur dan teknologi informasi, untuk menjaga daya saing dan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia 2026.
