Jakarta, AksaraBaru.com — Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan kuat dan bergerak di sekitar level Rp17.000 per dolar AS pada pertengahan Maret 2026, mendekati rekor pelemahan baru. Data kurs acuan JISDOR Bank Indonesia menunjukkan rupiah berada di kisaran Rp16.990 per dolar AS pada 17 Maret 2026, sementara kurs transaksi BI mencatat kurs jual sekitar Rp17.074 dan kurs beli sekitar Rp16.905 per dolar AS.
Pelemahan rupiah banyak dikaitkan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, penguatan dolar AS secara global, serta kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan, termasuk intervensi di pasar valas dan operasi moneter, untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mencegah volatilitas berlebihan.
