Pemerintah Alokasikan Rp14 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis, Target 15 Juta Penerima Manfaat

Jakarta, AksaraBaru.com — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen kuatnya dalam mempercepat penyediaan makan bergizi gratis bagi masyarakat rentan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan secara nasional pada awal 2026. Program ini menandai langkah strategis dalam upaya pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) ketiga mengenai kesehatan dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah dan ibu hamil.

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk mendukung operasional program ini hingga akhir tahun 2026. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan 1.200 dapur umum produksi di seluruh Indonesia, pengadaan bahan pangan lokal berkualitas, serta pelatihan ribuan tenaga kesehatan dan gizi yang akan bertugas memastikan standar nutrisi setiap santapan terpenuhi.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia Indonesia. “Kami targetkan 15 juta penerima manfaat pada tahun pertama, dengan fokus utama pada daerah-daerah yang memiliki angka stunting tinggi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Ke depannya, pemerintah akan mengintegrasikan program MBG dengan sistem data terpadu untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah duplikasi bantuan. Setiap dapur produksi wajib memenuhi standar sertifikasi halal dan keamanan pangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai syarat operasional.

Dengan dukungan dari 18 kementerian dan lembaga terkait, program ini diharapkan mampu menurunkan prevalensi stunting dari 21,6 persen menjadi 14 persen pada akhir 2026, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor agribusiness dan kuliner lokal yang berkelanjutan.