Saham Infrastruktur & Material RI Bikin Reksadana Global Raup Cuan di Awal 2026

JAKARTA, Aksarabaru.com – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan peran pentingnya dalam portofolio global awal 2026. Laporan Pharus Asian Value Niche per 28 Februari 2026 mencatat imbal hasil bulanan 3,40 persen dengan dana kelolaan 36,65 juta euro, salah satunya berkat alokasi ekuitas Indonesia yang mencapai 23 persen, sejajar Korea Selatan dan jauh di atas Jepang di 11 persen.

Sektor material menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 11,03 persen, disusul teknologi informasi yang melonjak 14,13 persen dalam sebulan, mencerminkan optimisme terhadap proyek pembangunan dan transformasi digital di kawasan. Sektor infrastruktur berkapitalisasi kecil Indonesia turut menyumbang kenaikan 5,22 persen, menegaskan ketahanan emiten pendukung pembangunan nasional.

Di level emiten, Asuransi Tugu Pratama Indonesia mencatat kenaikan harga saham 26,2 persen dan Bank Danamon Indonesia tumbuh 12,4 persen sepanjang Februari. WIKA Beton tetap dipertahankan dengan bobot 0,30 persen sebagai eksposur strategis ke sektor infrastruktur.

Manajer investasi juga menyoroti aspek keberlanjutan dengan skor ESG rata-rata 65,3 dan cakupan 78 persen portofolio, serta penurunan Value at Risk satu bulan ke minus 2,94 persen dari minus 3,18 persen sebelumnya. Dengan eksposur Asia 65 persen, Indonesia diposisikan sebagai salah satu tujuan utama pencarian valuasi menarik dan pertumbuhan stabil pada 2026.