Jakarta, AKSARABaru.com — Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 mencapai titik puncaknya pada H-3 Idulfitri dengan volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta via Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) meroket hingga 198 persen. Kenaikan drastis ini menunjukkan eskalasi mobilitas masyarakat yang signifikan dibandingkan rata-rata lalu lintas harian normal pada koridor utama Trans Jawa. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat pergerakan didominasi mobil pribadi yang mengarah ke timur sejak dini hari guna menghindari kepadatan di jalur bawah ruas Jakarta-Cikampek.
Pihak kepolisian mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dan lawan arus secara situasional untuk mengurai antrean panjang di gerbang tol utama. Kepadatan diprediksi terus berlanjut hingga malam hari seiring dimulainya periode cuti bersama bagi pekerja sektor formal. Otoritas jalan tol terus melakukan pemantauan intensif di titik integrasi jalur layang dan bawah untuk menjamin kelancaran distribusi logistik serta keamanan perjalanan pemudik jarak jauh secara berkelanjutan.
Pengendara diimbau memastikan kecukupan saldo uang elektronik dan kondisi fisik kendaraan sebelum memasuki ruas tol layang yang minim fasilitas pemberhentian darurat. Sinergi antara kepatuhan pemudik dan kesiapsiagaan petugas lapangan menjadi kunci utama kelancaran arus mudik nasional tahun ini.
