Pelangi di Mars: Petualangan Gadis Kecil yang Menyala di Langit Tandus

Jakarta, AKSARABaru.com – Di tengah debu merah Mars yang sunyi, seorang gadis kecil bernama Pelangi tumbuh tanpa pernah merasakan angin Bumi. Lahir tahun 2100 sebagai manusia pertama di planet merah itu, ia ditinggal ibunya, Pratiwi (Lutesha), saat koloni pulang. Kesepian itu sirna saat robot-robot usang jadi sahabatnya, memulai misi berbahaya cari Zeolith Omega—mineral ajaib untuk selamatkan Bumi dari krisis air.

Film hybrid live-action dan animasi 3D karya sutradara Upie Guava ini bukan sekadar sci-fi, tapi kisah keberanian hati yang mengalir lembut. Dibintangi Keinaya Messi Gusti sebagai Pelangi, Rio Dewanto, dan Kristo Immanuel, ia hadirkan harapan di tengah tantangan Nerotek yang rakus. Tim produksi belajar teknologi dari nol, ciptakan dunia Mars yang hidup untuk anak-anak bermimpi besar.

Tayang 18 Maret 2026, Pelangi di Mars ajak kita renungkan: di balik kegelapan, pelangi selalu lahir dari hujan. Cocok untuk keluarga Lebaran, penuhi bioskop dengan tawa dan air mata bahagia.