Jakarta, AKSARABaru.com – Harga emas spot dunia ambruk hingga 7% dalam sepekan terakhir Maret 2026, jatuh di bawah USD 5.000 per ons dari puncak USD 5.423, meski sempat rebound ke USD 5.170. Penurunan tajam ini picu aksi ambil untung investor setelah reli panjang dari USD 2.600 sejak akhir 2025.
Penguatan indeks dolar AS 0,4% bikin emas mahal bagi pembeli asing, sementara kekhawatiran inflasi dari konflik Timur Tengah (ancaman Selat Hormuz) dan ketidakpastian pemangkasan suku bunga Fed tekan sentimen. Paper trader flush posisi, rebalancing portofolio institusional tambah tekanan.
Di Indonesia, emas Antam stabil naik tipis Rp 35.000 ke Rp 3.059.000/gram (7/3), tapi tren global bisa tekan harga lokal. Analis sarankan hold jangka panjang—emas tetap andalan bank sentral di tengah defisit fiskal AS.
