Sajian 1.447 Porsi Opor di JCC Pecahkan Rekor MURI, Upaya DKI Gairahkan Ekonomi Lokal

JAKARTA, AksaraBaru.com — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sukses menggelar Festival Kuliner Ramadan yang dipusatkan di Gedung Jakarta Convention Center pada Selasa, 16 April 2026. Perhelatan ini mencatatkan sejarah baru dengan penyajian 1.447 porsi opor yang secara resmi berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI. Langkah berani ini diambil sebagai respons atas tren peningkatan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional yang mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 5,3 persen pada tahun 2025 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Andhika Gumilang, menjelaskan bahwa mekanisme penyelenggaraan festival ini bertumpu pada sinergi erat antara pemerintah daerah dan para pengusaha kuliner lokal. Dalam konferensi pers di lokasi acara, Andhika menegaskan bahwa promosi kuliner khas Ramadan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi pelaku usaha kecil dan menengah. Ia menekankan pentingnya melestarikan warisan cita rasa nusantara agar tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri di tengah dinamika industri pangan yang kian modern.

Selain sajian utama opor, festival ini turut menghadirkan beragam variasi kudapan legendaris seperti martabak, es teler, hingga kolak dengan rentang harga yang inklusif mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000 per porsi. Strategi harga tersebut sengaja diterapkan guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati kemeriahan festival tanpa kendala daya beli. Kehadiran ribuan pengunjung di JCC membuktikan bahwa narasi kuliner tradisional masih memiliki daya pikat yang sangat kuat dalam menggerakkan roda perekonomian ibu kota.

Menyusul kesuksesan besar pada penyelenggaraan kali ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memproyeksikan festival serupa dengan skala yang lebih masif di masa depan. Rencana pengembangan tersebut akan mencakup variasi menu yang lebih luas serta target transaksi yang lebih tinggi untuk semakin memperkokoh posisi Jakarta sebagai destinasi wisata gastronomi utama. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan guna menyempurnakan aspek teknis dan jangkauan promosi pada pelaksanaan tahun berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *