Pasca-Piala Asia U-23 2026: PSSI Evaluasi Kegagalan Kualifikasi dan Fokus Target 2028

JAKARTA, AksaraBaru.com — Berakhirnya putaran final Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi pada 24 Januari lalu menyisakan catatan penting bagi arah pembinaan sepak bola nasional. Absennya Timnas Indonesia U-23 dalam turnamen yang dimenangkan oleh Jepang tersebut memicu evaluasi menyeluruh dari PSSI terhadap performa skuad muda di bawah asuhan pelatih kepala. Kegagalan melaju dari fase kualifikasi pada September 2025 lalu menjadi titik balik bagi federasi untuk merombak strategi integrasi pemain muda ke level internasional.

Meski turnamen edisi ketujuh ini merupakan ajang mandiri dan bukan kualifikasi Olimpiade, ketatnya persaingan yang ditunjukkan tim-tim Asia Tenggara seperti Vietnam dan Thailand menjadi sinyal waspada bagi Indonesia. Jajaran pelatih kini mulai mengalihkan fokus pada persiapan jangka panjang menuju siklus kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Penataan jadwal kompetisi domestik dan peningkatan kualitas uji tanding internasional menjadi agenda prioritas guna memastikan kesiapan fisik serta mentalitas bertanding para pemain muda tetap berada di level tertinggi.

PSSI menekankan bahwa pembenahan fundamental pada sistem pemantauan bakat di liga profesional akan terus diperketat. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan posisi Indonesia di jajaran elite Asia sekaligus memastikan kesiapan skuad dalam menghadapi turnamen-turnamen prestisius mendatang.