Bank Indonesia Proyeksikan Inflasi Tahun 2026 Terjaga di Kisaran 2,5 Persen

Jakarta, AksaraBaru.com — Bank Indonesia memproyeksikan laju inflasi tahun 2026 akan tetap terjaga dalam rentang target 2,5 persen plus minus 1 persen, didukung oleh stabilitas harga pangan dan efektivitas kebijakan moneter yang ditempuh sepanjang tahun ini. Proyeksi ini memberikan ruang gerak yang cukup bagi kebijakan ekonomi makro untuk terus mendukung pertumbuhan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa berbagai instrumen kebijakan yang telah ditempuh efektif dalam mengendalikan tekanan inflasi dari sisi permintaan maupun penawaran. “Kami akan terus memantau dinamika harga secara ketat dan siap mengambil langkah preemptive jika diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegasnya dalam konferensi pers periodic di Jakarta, Selasa.

Data terkini menunjukkan komponen inflasi inti tetap terkendali di level 2,3 persen tahunan, sementara inflasi volatile food mengalami penurunan seiring dengan membaiknya pasokan hasil pertanian pascapanen raya. Administrasi harga yang terjaga juga memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas indeks harga konsumen secara keseluruhan.

Ke depannya, Bank Indonesia akan mengintegrasikan kebijakan moneter dengan stimulus fiskal yang sinergis untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi. Suku bunga acuan diproyeksikan tetap kompetitif untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan yang berkelanjutan di sektor-sektor prioritas.

Dengan outlook inflasi yang terjaga dan stabilitas sistem keuangan yang solid, Indonesia diharapkan mampu menarik aliran investasi asing yang lebih besar sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.